Pemprov Bali, Respon Dua Warga Miskin di Desa Nawakerti, Abang, Karangasem

Tim Biro Humas menyerahkan bantuan Gubernur Bali kepada Ni Wayan Pejet (80)

Tim Biro Humas menyerahkan bantuan Gubernur Bali kepada Ni Wayan Pejet (80)

Kondisi kemiskinan di Bali ibarat pepatah hilang satu tumbuh yang lain. Berbagai program unggulan telah gelontorkan Pemprov Bali dalam upaya mempercepat pengentasan kemiskinan seperti JKBM, BEDAH RUMAH, SIMANTRI, BEASISWA MISKIN dan GERBANGSADU dengan harapan agar masyarakat khususnya bagi masyarakat kurang mampu dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Namun demikian komitmen pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan Ketut Sudikerta dalam upaya mempercepat pengentasan kemiskinan tidak pernah surut.
Seperti halnya pemberitaan di media cetak Fajar Bali terkait duaáwarga miskin di Desa Nawakerti, Abang, Karangasem. Kedua warga tersebut adalah Ni Wayan Pejet (80) asal Dusun Bau Kaler, dan I Wayan Kasar (50) asal Dusun Bau Kangin, Desa Nawakerti, Kecamatan Abang, Karangasem, yang hidup sebatangkara. Kedua warga tersebut direspon cepat Pemerintah Provinsi Bali dengan mengutus tim dari Biro Humas Setda Provinsi Bali untuk melihat secara langsung dan sekaligus memberikan bantuan yang sifatnya sementara kepada kedua warga tersebut Senin (21/3).

Keberadaan Ni Wayan Pejet nenek tua yang hidup sebatangkara, karena sudah ditinggal oleh suminya untuk selamanya menghadap sang pencipta, kondisinya sangat memprihatinkan.

Ni Wayan Pejet membagi cerita hidupnya kepada Tim Biro Humas.

Ni Wayan Pejet membagi cerita hidupnya kepada Tim Biro Humas.

Dari pernikahannya Wayan Pejet dikaruniai dua orang anak perempuan yang saat ini tidak lagi bersamanya, keduanya sudah menikah dan jarang pulang kerumah. Wayan Pejet wanita sepuh itu terpaksa menjalani hidup sehari-harinya seorang diri di dalam gubuk reot dengan ukuran kecil beratap dan dinding dari terpal bekas, berlantai tanah, dan juga tanpa penerangan listrik. Untuk menyambung hidupnya sehari-hari, Pejet disamping mengandalkan dari hasil penanaman ketela rambat yang ada di sekitar gubuknya, juga bergantung pada belas kasihan dari tetangga.

Rumah Ni Wayan Pejet yang jauh dari kata layak huni.

Rumah Ni Wayan Pejet yang jauh dari kata layak huni.

Kisah hidup juga dialami I Wayan Kasar (50) warga Dusun Bau Kangin, Desa Nawakerti, yang juga hidup sebatangkara karena ditinggal pergi untuk selamanya oleh istri tercintanya sejak 1,5 tahun yang lalu kondisinya juga sangat memprihatinkan. Dari hasil pernikahan Wayan Kasar dengan istri tercintanya tanpa dikaruniai anak. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sehari-hari Wayan Kasar hanya mengandalkan dari hasil memelihara beberapa ekor ayam, seekor sapi yang merupakan bantuan program Simantri Pemprov Bali, dan babi.

Tim juga menyerahkan bantuan Gubernur Bali kepada I Wayan Kasar (50) asal Dusun Bau Kangin, Desa Nawakerti, Kecamatan Abang, Karangasem, yang hidup sebatangkara.

Tim juga menyerahkan bantuan Gubernur Bali kepada I Wayan Kasar (50) asal Dusun Bau Kangin, Desa Nawakerti, Kecamatan Abang, Karangasem, yang hidup sebatangkara.

Bantuan sementara yang diberikan kepada kedua warga tersebut berupa beras dan sejumlah uang tunai. Selanjutnya untuk bantuan bedah rumah kepada kedua warga tersebut akan dikoordinasikan dengan instansi terkait dalam hal ini Dinas Sosial baik kabupaten maupun provinsi, mengingat lahan yang ditempati oleh kedua warga tersebut bukan hak miliknya, melainkan milik orang lain.
Camat Abang, Surya Jaya didampingi Kepala Dusun Bau Kaler dan Bau Kangin Desa Nawakerti, yang turut hadir mendampingi tim mengakui bahwa keberadaan warga di daerahnya sebagian besar merupakan keluarga kurang mampu. Kedua warganya yang mendapat perhatian dari Pemprov Bali merupakan 2 diantara ratusan KK kurang mampu lainnya.
Lebih lanjut Surya Jaya mengatakan, dari data yang ada hampir 114 KK di Desa Nawakerti memiliki rumah tak layak huni.
Sementara itu Bendesa Nawakerti Ketut Prama Budarta mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan pihak pemilik lahan memohon untuk dapat membuatkan surat pernyataan persetujuan menempati lahan miknya agar kedua warganya segera dapat bantuan bedah rumah.
Hal ini juga terjadi kepada sejumlah KK kurang mampu lainnya di Desa Nawakerti, sehingga upaya pemberian bantuan dari pemerintah khususnya bedah rumah sering menjadi kendala. Mudah-mudahan hal ini dapat menjadi perhatian semua pihak guna mencari solusi atau pemecahan terhadap permasalahan tersebut, ungkapnya. (Dar)

Comments
  1. Fedora United | Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *