Pemprov Bali-Australia Gelar Pelatihan Guna Perkuat Tim Penanganan Kegawatdaruratan

Sebagai salah satu destinasi wisata dunia, keamanan menjadi hal yang sangat penting bagi Pulau Dewata. Selain faktor keamanan, penanganan dampak krisis baik yang disebabkan oleh bencana alam maupun aksi terorisme juga membutuhkan antisipasi yang lebih baik. Untuk itu, Pemprov terus berupaya meningkatkan kerjasama dengan Australia yang selama ini menaruh perhatian besar terhadap Bali.

Kerjasama tersebut antara lain diwujudkan dalam Pelatihan Major Incident Medical Management and Support (MIMMS) Advanced Course oleh National Critical Care and Trauma Response Centre (NCCTRC) Australia. Demikian disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra,SH.MH dalam siaran persnya, Selasa (30/5).

Lebih jauh Ia menerangkan, pelatihan yang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 29 hingga 31 Mei 2017 di Hotel Praja Denpasar merupakan tindak lanjut lawatan Gubernur Bali Made Mangku Pastika ke Darwin Australia tahun lalu.

Pelatihan diikuti 25 orang peserta dari unsur Dinas Kesehatan dalam Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) SARBAGITA (Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan) termasuk dari unsur DAMKAR, Korem 163 Wirasatya, Kesdam IX/Udayana, Biddokes Polda Bali/DVI, Sabhara Polda Bali, RS Sanglah, RSI Bali Mandara, BMKG, SAR, KKP, PMI, Senkom Mitra Polri, Crisis Centre Pusdalops Bali, Tim ESR dan TRC BPBD Provinsi Bali.

Para instruktur pelatihan MIMMS seluruhnya dari NCCTRC Australia diantaranya Prof Di Brown dan DR. dr. Malcholm. Mereka memberikan materi yang khusus berkaitan dengan upaya meningkatkan kapasitas peserta dalam menangani darurat bencana terutama memberikan bantuan medis pra-rumah sakit, triage, manajemen dan sistem komando, komunikasi, pengelolaan sumberdaya serta aspek psikologi dalam situasi major incident di Bali.

Biaya pelatihan sepenuhnya ditanggung Departement of Health Nothern Territory Government-Australia. Sebelumnya, pelatihan serupa juga telah digelar di Australia pada bulan Maret 2017 lalu. Dalam pelatihan tersebut, Bali mengirim dua orang perwakilan dari BPBD Bali dan RSUP Sanglah.

Dewa Mahendra menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Australia karena menaruh perhatian yang begitu besar terhadap Pulau Dewata. Dia berharap, pelatihan ini mampu meningkatkan kemampuan dan kualitas tim yang telah disiapkan dalam penanganan situasi gawat darurat baik yang disebabkan oleh bencana alam maupun aksi teror.

Menurutnya, ini merupakan kesempatan yang sangat baik dan harus dimanfaatkan oleh para peserta untuk menambah pengetahuan, ketrampilan serta meningkatkan kemampuan diri dalam melaksanakan tugas dan fungsi, khususnya dalam penanganan kegawatdaruratan. Guna meningkatkan pemahaman para peserta, pelatihan juga diisi dengan simulasi lapangan.

Koordinator Kerjasama Regional NCCTRC Australia, Prof Di Brown.

Koordinator Kerjasama Regional NCCTRC Australia, Prof Di Brown.

Sementara itu Koordinator Kerjasama Regional National Critical Care And Trauma Response Centre (NCCTRC) Australia, Prof Di Brown mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama bertukar ilmu dalam penanganan kegawatdaruratan. Kegiatan ini juga dilaksanakan dengan negara-negara yang melakukan kerjasama dengan Australia, karena ini penting dan diajarkan secara reguler untuk diketahui agar ketika nanti ada bencana kita mampu melakukan langkah-langkah penanganan yang optimal, oleh karena itu melibatkan berbagai pihak. Xna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *