Bangun Sektor Pertanian, Pemprov Bali Ajak Awak Media Kunjungi BBPP Ketindan dan Balitjestro

BaliMandara. Perhatian Pemerintah Provinsi Bali dalam memajukan segala bidang sudah banyak dirasakan masyarakat Bali. Banyak sekali program-program yang pro kepada rakyat sudah diluncurkan. Namun upaya Pemprov Bali tidak terputus dan berpuas diri sampai disitu, melainkan terus mencari inovasi dan perbandingan kemajuan dengan daerah lainnya. Sehingga peribahasa ‘Seperti katak dalam tempurung’ itu tidak berlaku bagi Pemprov Bali.

Rombongan menyempatkan diri berfoto bersama Kepala BBPP Ketindan.

Rombongan menyempatkan diri berfoto bersama Kepala BBPP Ketindan.

Untuk itu, Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali mengajak para awak media di Bali untuk mendapatkan informasi dan menambah wawasan yang berkaitan dengan usaha pemerintah dalam membangun sektor pertanian untuk mendukung pariwisata, dengan mengunjungi berbagai terobosan di bidang pertanian, salah satunya Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) di Ketindan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (26/7).

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Bali, I Dewa Eka Wijaya Wardana, didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, I Dewa Gede Mahendra Putra, menjelaskan hasil yang didapat dari kunjungan ini akan dipublikasikan ke masyarakat Bali agar mengetahui kemajuan teknologi yang dikembangkan dalam membangun bidang pertanian. Dengan sudut pandang awak media diharapkan akan didapatkan wawasan yang sebenar-benarnya.

Kepala BBPP Ketindan, Djajadi Gunawan menyambut baik kunjungan tersebut dan sampai saat ini pihaknya menyatakan sudah bekerja sama dengan pemerintah Bali, diantaranya saat ini sedang berlangsung pelatihan yang diikuti sebanyak 22 penyuluh pertanian, dan petani dari Bali, mempelajari teknologi pembudidayaan padi, jagung, kedelai, bawang merah dan cabai.

Pelatihan yang diberikan kepada para penyuluh diberikan dengan cara organik mengingat persaingan mendatang tidak hanya mengenai produk, tetapi juga cara pengembangan hasil pertanian harus organik. “Kami melatih petugas yang bergerak di bidang organik jadi harus mempunyai sertifikat dan cara produksi dari petani juga harus ada sertifikat supaya diakui saat nanti diekspor dan kami adalah tempat uji kompetensinya itu,” katanya. Selain pelatihan teknologi pembudidayaan, juga diberikan teknologi penggunaan mesin pertanian, pelatihan biotek yakni pemupukan memanfaatkan mikroba hingga cara “mengobati” tanah yang sudah tidak subur atau “sakit” karena bahan-bahan kimia menjadi tanah yang sehat kembali.

Selain mengunjungi BBPP Ketindan di Kabupaten Malang, rencananya juga akan mengunjungi Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) dan Arjuna Flora di Kota Batu. Menurut informasi pihak Balitjestro, jeruk Keprok Tejakula yang sudah hampir punah di Bali, berhasil dikembangkan di Balitjestro. XNA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *